Archive for What’s going on?

Turunkan Kolesterol Naik

Konsumsi cuka apel menurunkan kolesterol jahat.

Kegemaran Nana Mahsuna menyantap penganan gorengan berujung derita. Hasil pemeriksaan dokter pada 2008 menunjukkan kadar kolesterol Nana lebih dari 285 mg/dl; normal kurang dari 200 mg/dl. Pantas perempuan berumur 45 tahun itu kerap mengeluh sakit di punggung, badan pegal, kesemutan, dan tumit linu.cuka apel

Menurut Wahyu Suprapto, herbalis di Kota Batu, Provinsi Jawa Timur, penganan gorengan memang memicu naiknya kolesterol. “Gorengan banyak mengandung asam lemak jenuh yang berasal dari minyak,” kata Wahyu. Riset Dr Rustika SKM MSi dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan di Jakarta Pusat pada 2005 menyebutkan asam lemak jenuh di aneka gorengan cukup tinggi rata-rata mencapai 11,92%.

Padahal, asupan 1% asam lemak jenuh di tubuh mendongkrak 2,17 mg/dl total kolesterol dan 2,38 mg/dl kolesterol jahat. Pantas dokter menganjurkan Nana untuk menghentikan konsumsi kudapan gorengan. Ahli medis itu lalu membekali Nana obat penurun kolesterol. “Sebenarnya susah menghentikan makan gorengan,” kata perempuan yang sejak remaja menyukai jajanan gorengan itu.

Tekanan darah

Sepekan mengonsumsi obat dokter dan menghindari gorengan, kondisi Nana membaik. “Keluhan punggung berat dan pegal sirna,” ujar guru taman kanak-kanak itu. Kondisi kesehatan membaik itu membuat Nana terlena dan kembali mengonsumsi gorengan. Keruan beberapa hari kemudian gejala kolesterol tinggi datang lagi. “Saya periksa kembali, ternyata selain kolesterol, tekanan darah saya juga tinggi,” kata Nana yang lupa tekanan darah saat pemeriksaan itu.

Kali ini, selain membekali Nana dengan obat penurun kolesterol, dokter yang memeriksa pun memberinya obat penurun tekanan darah. Kejadian itu terus berulang. Saat kolesterol tinggi, Nana berhenti mengonsumsi gorengan dan pergi ke dokter. Namun, saat kolesterolnya normal, tanpa ragu ia menyantap gorengan. Ia khawatir konsumsi obat-obatan kimia dalam jangka panjang berefek samping sehingga membatasinya.

Oleh karena itu Nana memenuhi saran seorang rekan yang menganjurkan untuk konsumsi cuka apel pada 2011. Menurut Heri Suseno, bagian produksi sebuah produsen herbal, cuka apel berasal dari sari buah Malus silvestris segar yang difermentasi anaerob dan aerob. “Cuka apel yang memenuhi standar kesehatan tidak menggunakan bahan tambahan saat dibuat,” ujar Heri setelah menjelaskan masyarakat awam sudah mengenal cuka apel sebagai pemberi rasa asam pada masakan.

Kolesterol

Nana mengonsumsi 2 sendok makan cuka apel 3 kali sehari. Sepekan kemudian Nana merasa badannya lebih segar. Keluhan saat kolesterol tinggi seperti punggung berat dan pegal pun perlahan sirna. Ia juga tidak mudah capai. Ketika merasakan gejala kolesterol melambung, ia cukup mengonsumsi cuka apel sesuai dosis. Menurut Wahyu Suprapto minuman bersifat asam dapat menghambat penyerapan lemak di tubuh.

Sejatinya pemanfaatan sari apel untuk kesehatan sudah ada sejak zaman dahulu. Dalam “Apple Cider Vinnegar” Victoria Rose mengungkapkan bahwa bangsa Arya yang hidup pada 2500 SM mengembangkan wine apel, cikal bakal sari apel sebagai minuman berenergi. Riset ilmiah lantas membuktikan bahwa cuka apel memang ampuh menurunkan kolesterol. Laszlo Bardos dari Szent Istvan University dan Balazs Bender asal ImmunoGenes Ltd, keduanya di Hungaria membuktikan khasiat cuka apel.

Mereka memberikan 500 mg per liter cuka apel di minuman tikus yang memiliki kadar kolesterol tinggi selama 21 hari. Hasil penelitian yang termuat di jurnal “Potravinarstvo” itu menyebutkan terjadi penurunan kadar kolesterol menjadi 24,4 mg/dl dari semula 25,8 md/dl. Bagaimana duduk perkara cuka apel menurunkan kolesterol? Para peneliti menduga sorbos-karbohidrat yang tak terfermentasi-dan pektin di cuka apel berperan melorotkan kolesterol itu.

Riset lain oleh Gabriel Nelwan, Adeanne C Wullur, dan Widdhi Bodhi dari Program Studi Farmasi Universitas Sam Ratulangi, Manado, Provinsi Sulawesi Utara, memperlihatkan jus apel merah meningkatkan kadar kolesterol baik atau High Density Lipoprotein (HDL) pada tikus putih jantan galur wistar. Gabriel dan rekan membagi 25 tikus jantan galur wistar berbobot rata-rata 180-200 g/ekor menjadi lima kelompok.

Setiap kelompok mengonsumsi pakan tinggi lemak selama 10 hari. Pada hari ke-11 sampai ke-20 semua tikus diberi 3 perlakuan konsumsi jus apel: 2 ml, 4 ml, dan 8 ml per hari. Hasil riset memperlihatkan pemberian jus apel 8 ml per hari meningkatkan kolesterol HDL sebesar 31,67 dengan rerata 0,88 mg/dL. Mereka menduga serat pektin, niasin, dan kuersetin meningkatkan kadar kolesterol baik.

Pektin memang mengikat asam empedu dan kolesterol dengan merangsang sintesis HDL di hati. Niasin pendongkrak HDL berperan meningkatkan kadar HDL dengan cara menurunkan katabolisme-perombakan–apoA, penyusun utama HDL. Sementara kuersetin bersifat antioksidan untuk melawan radikal bebas dengan menekan jumlah LDL yang dapat menyebabkan penyumbat pembuluh darah.

Penelitian lain oleh Sahar SA Soltan dari Fayoum University dan Manal Shehata asal Zagazig University, keduanya di Mesir, menegaskan cuka apel sebagai penurun kolesterol. Hasil riset yang termaktub di “Life Science Journal” itu menunjukkan cuka apel mampu menurunkan kolesterol total dan LDL ketimbang cuka tebu dan kelapa. Beragam riset sahih itu memperkuat pengalaman Nana bahwa cuka apel memang antikolesterol. Jadi saat kolesterol naik, biarkan cuka apel turun tangan. (Riefza Vebriansyah/Peliput: Bondan Setyawan)

 

Keterangan Foto :

  1. Cuka apel mampu turunkan kadar kolesterol
  2. Wahyu Suprapto, minuman yang bersifat asam dapat menghambat penyerapan lemak sehingga kolesterol turun
  3. Makanan berlemak seperti gorengan mendongkrak kolesterol
Advertisements

Comments (2) »

Pembebas Pankreas dari Kanker

Erangan pada pukul 04.00 itu memecah keheningan di sebuah rumah di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.daunsirsak - kanker

Beruliana menahan sakit di perutnya sejak pukul 02.00. Ia enggan membangunkan anggota keluarga lainnya yang masih terlelap. Namun, akhirnya Liana tak kuasa juga. Pagi itu juga keluarga memeriksakan Liana ke dokter. Dokter pemeriksa mendiagnosis Liana menderita mag akut berdasarkan keluhan yang dialami seperti perut perih, keringat dingin, dan menolak makanan. Untuk mengatasi penyakit Liana harus menjalani rawat inap di rumahsakit.

Selama perawatan dokter antara lain memberi obat pereda sakit yang diberikan secara injeksi. Seminggu berlalu, nyeri di perut tak kunjung pergi, bahkan tubuh Liana menjadi resisten terhadap obat penghilang sakit. Dokter pun memutuskan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut karena menduga penyakit Liana bukan sekadar mag akut. Melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) dokter menemukan titik mencurigakan di saluran pankreas yang tak lazim. Untuk memastikan kecurigaan dokter melakukan pemeriksaan lanjutan yaitu tes biopsi. Dari pemeriksaan biopsi dokter mendiagnosis terdapat kanker di saluran pankreas yang menyebar hingga usus.

Risiko kematian

Kanker pankreas banyak dijumpai pada orang usia lanjut, 80% menyerang usia 60-80 tahun. Angka kematian yang diakibatkan penyakit ini mencapai 98%. Beberapa faktor risiko pemicu kanker pankreas antara lain bekerja terlalu berat, penggunaan bahan kimia berlebihan, perubahan gen, dan sering mengalami masalah pada perut. Perut dengan asam lambung tinggi memiliki risiko terkena kanker pankreas lebih tinggi.

Menurut dr Johannes Bondan Lukito MD, konsultan hematologi dan onkologi anak di Pluit, Jakarta Utara, begitu terdeteksi kanker pankreas harus segera diangkat melalui tindakan operasi sebelum massa semakin melebar. “Kanker pankreas sulit untuk disembuhkan. Satu-satunya cara adalah dengan mengangkat kanker langsung melalui operasi,” kata dokter alumnus Sloan Kettering Institute di Amerika Serikat itu. Sering kali kasus kanker pankreas ditemukan pada stadium lanjut. Maklum keluhan sakit perut, berat badan turun, kembung, mual, muntah, dan tubuh lemah yang menjadi gejala kanker pankreas kerap dianggap sepele.

Betapa pilu hati Liana dan keluarga ketika dokter pemeriksa di rumahsakit mengatakan jika di Indonesia belum ada dokter yang mampu melakukan operasi kanker pankreas. Faktor usia Liana yang sudah mencapai 77 tahun memperbesar risiko kegagalan operasi. Solusi lain berupa operasi pembuatan lubang pembuangan racun (isi pankreas) tidak membuat kondisi Liana lebih baik. Dokter pun memulangkan Liana sambil membekali dengan obat penahan sakit dan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh. Bobot perempuan yang terampil menjahit pakaian itu dengan cepat turun drastis dari semula 50 kg menjadi 36 kg. Sosoknya tinggal tulang berlapis kulit. Ia hanya bisa tergolek lemas di tempat tidur.

Tak mau berpangku tangan, keluarga lalu berkonsultasi dengan herbalis di Bogor, Provinsi Jawa Barat, Valentina Indrajati. Valentina memberi racikan terdiri atas beberapa herbal di antaranya daun sirsak, sambiloto, pegagan, dan temulawak. Ia memang tidak pernah meresepkan herbal secara tunggal. “Herbal pendamping diberikan untuk mengoptimalkan kinerja organ yang bermasalah, bila kerja organ optimal maka penyembuhan kanker juga optimal,” tutur pengajar yoga itu. Daun sirsak berperan sebagai penggempur kanker. Sambiloto, pegagan, dan temulawak memperkuat imunitas tubuh. Untuk memperkuat pankreas Valentina berikan dandang gendis dan jamblang.

Konsumsi serat

Hasil riset Jerry McLaughlin, PhD dari Sekolah Farmasi Purdue University dan Prof Dr Soelaksono Sastromihardjo dari Institut Teknologi Bandung menunjukkan daun sirsak kaya acetogenins. Senyawa itu mampu menghambat adenosina trifosfat (ATP), sumber energi bagi sel kanker. Ketika asupan energi sel kanker terganggu, sel pun gagal berkembang.

Liana meminum seduhan ramuan dari Valentina 3 kali sehari. Sembari itu ia juga masih mengonsumsi obat pereda sakit dari dokter. Saat pertama minum ramuan itu Liana merasa sangat mengantuk. Hari itu kali pertama ia bisa tertidur pulas setelah melewati hari-hari yang dipenuhi rasa sakit di perut. Sebulan setelah minum ramuan itu Helly, sang anak yang menemani wawancara, mencoba memundurkan jadwal pemberian obat penghilang sakit.

Di bulan kedua wajah Liana mulai merah dan berseri, bobot tubuhnya naik kembali. Ia pun terlepas dari ketergantungan pada obat penghilang rasa sakit. Nafsu makannya juga meningkat, bahkan lebih banyak saat sebelum sakit. Ia juga sudah bisa beribadah ke gereja lagi. Hal yang ia tinggalkan 1,5 tahun lalu karena sakit dan tak mampu berjalan.

Melihat perubahan itu betapa bahagia seluruh anggota keluarga. Untuk meyakinkan perbaikan kondisi Liana, Helly memeriksakan sang ibu ke dokter. Hasil USG pada bulan ke-empat setelah mengonsumsi herbal menunjukkan benjolan yang didiagnosis sebagai kanker hilang. “Pasti ibu banyak berdoa,” kata Liana mengulangi perkataan dokter pemeriksa.

Menurut dr Anton Budiono, dari RSAL Mintohardjo, Bendunganhilir, Jakarta Pusat, banyak faktor mempengaruhi kesembuhan pasien kanker, seperti pola makan, kondisi fisik, dan dukungan keluarga. “Kanker pankreas sebetulnya dapat dicegah dengan banyak konsumsi buah dan sayuran,” kata Anton. Untuk itu sembari mengonsumsi herbal Liana juga makan makanan berserat seperti bubur brokoli.

Selain itu penderita kanker berpantang makan daging dari hewan berkaki empat dan hasil laut. “Kandungan protein pada kedua makanan dikhawatirkan memicu perkembangan kanker,” tutur Albertha, herbalis di Medan, Sumatera Utara. Kini berkat kasih sayang dan doa keluarga, serta herbal dari alam Liana terbebas dari belenggu sakit di perut. (Pranawita Karina)

Keterangan Foto :

  1. Daun sirsak andal menumpas kanker
  2. dr Johannes Bondan Lukito MD sering kali kanker pankreas ditemukan pada stadium lanjut
  3. Beruliana berhasil melawan kanker pankreas
  4. Konsumsi makanan berserat seperti sayuran mencegah kanker pankreas

Leave a comment »

Berbeda atau Ganti Nama?

Jambu air thab thim chan dan thongsamsi asal Thailand diduga sama dengan jambu air citra yang ditemukan Dr M Reza Tirtawinata pada 1990.

Penantian dr Kerry Ramlan Kartosen SpOG selama lima tahun berakhir sudah. Sebanyak 67 pohon jambu air thab thim chan, 56 pohon thongsamsi, dan 87 pohon citra berbunga serempak pada Juli 2011. Kerry menanam ketiga jenis jambu air itu pada 2006. Dua bulan setelah bunga mekar, ia memanen 1,3 ton thab thim chan, 1,1 ton thongsamsi, dan 1,7 ton citra. Pada panen perdana itu setiap pohon rata-rata menghasilkan 20 kg.

Thab thim chan adalah jambu air asal Thailand yang didatangkan Dr Lutfi Bansir SP MS, pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Timur, pada 2006. Menurut ahli buah di Bogor, Jawa Barat, Dr Muhamad Reza Tirtawinata, thab thim chan itu sebetulnya adalah citra. “Saya pernah mencicipi thab thim chan di Thailand dan rasanya sama dengan citra,” ujar doktor alumnus Institut Pertanian Bogor itu yang juga penemu citra.

Selain rasa, bentuk daun thab thim chan juga mirip citra. “Sepintas daunnya mirip citra, tapi ini ujungnya agak lancip,” kata Reza Tirtawinata, pakar buah di Bogor, Jawa Barat, yang pertama kali memperkenalkan citra di tanahair (baca: Citra: Satu Nama Beragam Rupa, Trubus edisi April 2006).

Demi dagang?

Menurut ahli alih informasi pertanian Thailand-Indonesia, Ir Nancy Martasuta, Negeri Gajah Putih itu memang mengembangkan citra di Ratchabury. Di sana citra berubah nama menjadi thongsamsi yang artinya emas tiga warna. Reza menuturkan, thongsamsi sama dengan thab thim chan. “Mereka memberikan nama berbeda hanya untuk kepentingan dagang,” ujarnya.

Bila mengacu pada informasi itu, maka 210 pohon yang ditanam dr Kerry itu semuanya citra. Persamaan ketiganya terlihat dari bentuk buah yang mirip lonceng. Yang membedakan warna buah. Thab thim chan berwarna merah paling pekat. Sementara warna merah thongsamsi lebih cerah. Di kebun Kerry citra yang biasanya merah pekat justru lebih muda daripada keduanya. Ukuran buah ketiganya sebetulnya relatif sama.

Bobot thab thim chan dan thongsamsi paling berat. Bobot rata-rata keduanya 110-150 g per buah. Itulah sebabnya 70% dari hasil panen keduanya lolos ke toko buah. Toko buah menyaratkan bobot minimal 110 g per buah, mulus, dan tidak berlubang. Sementara bobot citra hanya 80-110 g per buah. “Perbedaan bobot itu karena tingkat kepadatan daging buah,” ujar Kerry. Oleh karena itu jumlah citra yang lolos ke toko buah hanya 50%.

Soal cita rasa thab thim chan paling juara. Keunggulan itulah yang menyebabkan harga jual thab thim chan paling mahal, yakni Rp50.000 per kg pada Juli 2011. Citra kalah manis sehingga hanya laku Rp25.000 per kg. Rasa thongsamsi lebih manis daripada citra, tapi tak semanis thab thim chan. Harga jual thongsamsi Rp30.000 per kg.

Perlakuan sama

Fakta itu menunjukkan bahwa meski diduga sama-sama citra, toh ketiganya memiliki karakter buah berbeda. Padahal, dr Kerry menerapkan teknik budidaya sama untuk ketiganya. Lokasi penanaman pun di satu lahan yang sama, yakni di Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Kerry menggunakan bibit hasil okulasi berumur tiga bulan setinggi 50 cm. Ia menanam bibit kerabat jamblang itu dalam lubang berukuran 60 cm x 60 cm x 60 cm dengan jarak antarlubang 6 m x 6 m.

Sebelum menanam bibit, Kerry membenamkan 20 kg pupuk bokashi dan segenggam dolomit per lubang tanam. Ia memberikan pupuk susulan setiap 6 bulan. Pupuk susulan berupa larutan yang terbuat dari campuran 1 kg NPK, hormon pertumbuhan, hormon perangsang buah-dosis sesuai petunjuk di kemasan. Dokter alumnus Universitas Airlangga itu melarutkan cairan pupuk dalam 200 liter air bersih.

Kerry menyemprotkan pupuk itu pada seluruh permukaan batang. Jatah setiap pohon sekitar 1,3 liter pupuk. Ia tetap memberikan pupuk yang sama, tanpa hormon perangsang buah ketika pohon mulai berproduksi. Baru pada pemupukkan kedua setelah berbuah, Kerry menambahkan kembali hormon perangsang buah. Ahli kandungan dan kebidanan itu juga menjarangkan buah. “Yang dipertahankan yang buahnya mulus,” kata pria kelahiran Merauke, Papua, itu. Ia hanya menyisakan 2 buah per dompol.

Menurut Reza banyak faktor seperti batang bawah bibit yang mempengaruhi perbedaan karakter buah. “Perbedaan jenis batang bawah mempengaruhi perubahan karakter tanaman,” ujar Reza. Meski mendapat perlakuan dan dosis pupuk sama, kemampuan tanaman menyerap nutrisi berbeda sehingga mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan kualitas buah.

“Jadi, tidak bisa ditarik kesimpulan bahwa thab thim chan lebih baik daripada thongsamsi dan citra,” katanya. Reza menuturkan thab thim chan lebih baik daripada citra dan thongsamsi bisa jadi benar bila pengujian pada satu pohon jambu air citra disambung dengan pucuk thab thim chan, thongsamsi, dan citra. Singkat kata satu batang bawah citra disambung dengan 3 jenis jambu air untuk mengamati buahnya. “Jika buah yang dihasilkan berbeda, berarti secara genetik ketiganya berbeda. Tapi kesimpulan akan lebih akurat jika dilakukan uji DNA (asam deoksiribonukleat, red),” ujarnya.

Jadi, pekebun yang ingin mengebunkan jambu air, silakan pilih ketiganya. Toh saat panen kedua pada Agustus 2012, ketiga jenis jambu air itu tetap laris manis di pasaran. Kerry menjual dengan harga yang sama untuk ketiga “jenis” jambu air itu, yakni Rp80.000 per kg. (Imam Wiguna/Peliput: Bondan Setyawan)

 

Keterangan Foto :

  1. Thab thim chan lebih berat ketimbang citra dan lebih manis sehingga paling mahal
  2. Dr M Reza Tirtawinata, jambu thab thim chan dan thongsamsi adalah jambu citra
  3. Jambu citra asal Indonesia banyak dikebunkan di Thailand, Taiwan, dan Vietnam
  4. Di Thailand jambu citra dikebunkan secara intensif dan menjadi komoditas ekspor

Leave a comment »