Pembebas Pankreas dari Kanker


Erangan pada pukul 04.00 itu memecah keheningan di sebuah rumah di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.daunsirsak - kanker

Beruliana menahan sakit di perutnya sejak pukul 02.00. Ia enggan membangunkan anggota keluarga lainnya yang masih terlelap. Namun, akhirnya Liana tak kuasa juga. Pagi itu juga keluarga memeriksakan Liana ke dokter. Dokter pemeriksa mendiagnosis Liana menderita mag akut berdasarkan keluhan yang dialami seperti perut perih, keringat dingin, dan menolak makanan. Untuk mengatasi penyakit Liana harus menjalani rawat inap di rumahsakit.

Selama perawatan dokter antara lain memberi obat pereda sakit yang diberikan secara injeksi. Seminggu berlalu, nyeri di perut tak kunjung pergi, bahkan tubuh Liana menjadi resisten terhadap obat penghilang sakit. Dokter pun memutuskan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut karena menduga penyakit Liana bukan sekadar mag akut. Melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) dokter menemukan titik mencurigakan di saluran pankreas yang tak lazim. Untuk memastikan kecurigaan dokter melakukan pemeriksaan lanjutan yaitu tes biopsi. Dari pemeriksaan biopsi dokter mendiagnosis terdapat kanker di saluran pankreas yang menyebar hingga usus.

Risiko kematian

Kanker pankreas banyak dijumpai pada orang usia lanjut, 80% menyerang usia 60-80 tahun. Angka kematian yang diakibatkan penyakit ini mencapai 98%. Beberapa faktor risiko pemicu kanker pankreas antara lain bekerja terlalu berat, penggunaan bahan kimia berlebihan, perubahan gen, dan sering mengalami masalah pada perut. Perut dengan asam lambung tinggi memiliki risiko terkena kanker pankreas lebih tinggi.

Menurut dr Johannes Bondan Lukito MD, konsultan hematologi dan onkologi anak di Pluit, Jakarta Utara, begitu terdeteksi kanker pankreas harus segera diangkat melalui tindakan operasi sebelum massa semakin melebar. “Kanker pankreas sulit untuk disembuhkan. Satu-satunya cara adalah dengan mengangkat kanker langsung melalui operasi,” kata dokter alumnus Sloan Kettering Institute di Amerika Serikat itu. Sering kali kasus kanker pankreas ditemukan pada stadium lanjut. Maklum keluhan sakit perut, berat badan turun, kembung, mual, muntah, dan tubuh lemah yang menjadi gejala kanker pankreas kerap dianggap sepele.

Betapa pilu hati Liana dan keluarga ketika dokter pemeriksa di rumahsakit mengatakan jika di Indonesia belum ada dokter yang mampu melakukan operasi kanker pankreas. Faktor usia Liana yang sudah mencapai 77 tahun memperbesar risiko kegagalan operasi. Solusi lain berupa operasi pembuatan lubang pembuangan racun (isi pankreas) tidak membuat kondisi Liana lebih baik. Dokter pun memulangkan Liana sambil membekali dengan obat penahan sakit dan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh. Bobot perempuan yang terampil menjahit pakaian itu dengan cepat turun drastis dari semula 50 kg menjadi 36 kg. Sosoknya tinggal tulang berlapis kulit. Ia hanya bisa tergolek lemas di tempat tidur.

Tak mau berpangku tangan, keluarga lalu berkonsultasi dengan herbalis di Bogor, Provinsi Jawa Barat, Valentina Indrajati. Valentina memberi racikan terdiri atas beberapa herbal di antaranya daun sirsak, sambiloto, pegagan, dan temulawak. Ia memang tidak pernah meresepkan herbal secara tunggal. “Herbal pendamping diberikan untuk mengoptimalkan kinerja organ yang bermasalah, bila kerja organ optimal maka penyembuhan kanker juga optimal,” tutur pengajar yoga itu. Daun sirsak berperan sebagai penggempur kanker. Sambiloto, pegagan, dan temulawak memperkuat imunitas tubuh. Untuk memperkuat pankreas Valentina berikan dandang gendis dan jamblang.

Konsumsi serat

Hasil riset Jerry McLaughlin, PhD dari Sekolah Farmasi Purdue University dan Prof Dr Soelaksono Sastromihardjo dari Institut Teknologi Bandung menunjukkan daun sirsak kaya acetogenins. Senyawa itu mampu menghambat adenosina trifosfat (ATP), sumber energi bagi sel kanker. Ketika asupan energi sel kanker terganggu, sel pun gagal berkembang.

Liana meminum seduhan ramuan dari Valentina 3 kali sehari. Sembari itu ia juga masih mengonsumsi obat pereda sakit dari dokter. Saat pertama minum ramuan itu Liana merasa sangat mengantuk. Hari itu kali pertama ia bisa tertidur pulas setelah melewati hari-hari yang dipenuhi rasa sakit di perut. Sebulan setelah minum ramuan itu Helly, sang anak yang menemani wawancara, mencoba memundurkan jadwal pemberian obat penghilang sakit.

Di bulan kedua wajah Liana mulai merah dan berseri, bobot tubuhnya naik kembali. Ia pun terlepas dari ketergantungan pada obat penghilang rasa sakit. Nafsu makannya juga meningkat, bahkan lebih banyak saat sebelum sakit. Ia juga sudah bisa beribadah ke gereja lagi. Hal yang ia tinggalkan 1,5 tahun lalu karena sakit dan tak mampu berjalan.

Melihat perubahan itu betapa bahagia seluruh anggota keluarga. Untuk meyakinkan perbaikan kondisi Liana, Helly memeriksakan sang ibu ke dokter. Hasil USG pada bulan ke-empat setelah mengonsumsi herbal menunjukkan benjolan yang didiagnosis sebagai kanker hilang. “Pasti ibu banyak berdoa,” kata Liana mengulangi perkataan dokter pemeriksa.

Menurut dr Anton Budiono, dari RSAL Mintohardjo, Bendunganhilir, Jakarta Pusat, banyak faktor mempengaruhi kesembuhan pasien kanker, seperti pola makan, kondisi fisik, dan dukungan keluarga. “Kanker pankreas sebetulnya dapat dicegah dengan banyak konsumsi buah dan sayuran,” kata Anton. Untuk itu sembari mengonsumsi herbal Liana juga makan makanan berserat seperti bubur brokoli.

Selain itu penderita kanker berpantang makan daging dari hewan berkaki empat dan hasil laut. “Kandungan protein pada kedua makanan dikhawatirkan memicu perkembangan kanker,” tutur Albertha, herbalis di Medan, Sumatera Utara. Kini berkat kasih sayang dan doa keluarga, serta herbal dari alam Liana terbebas dari belenggu sakit di perut. (Pranawita Karina)

Keterangan Foto :

  1. Daun sirsak andal menumpas kanker
  2. dr Johannes Bondan Lukito MD sering kali kanker pankreas ditemukan pada stadium lanjut
  3. Beruliana berhasil melawan kanker pankreas
  4. Konsumsi makanan berserat seperti sayuran mencegah kanker pankreas
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: